Ini Pemicu Pembakaran Basecamp Dibelakang Pos Security PT WKS 

Jumat, 22 Juni 2018 - 04:41:21 WIB - Dibaca: 5775 kali

Kondisi Pos Security yang Dibakar Massa
Kondisi Pos Security yang Dibakar Massa (Ardian Faisal/Jambione.com)

Muarabulian - Aksi pembakaran basecamp di belakang pos security PT WKS oleh massa SMB (Serikat Batanghari Mandiri) ternyata dipicu kegiatan pendataan kelompok SMB.

Kasat Intel Polres Batanghari AKP Tri Cahyono menuturkan, sebelum melakukan aksi pembakaran, kelompok SMB berjumlah sekitar 100 orang mendatangi pos pengamanan milik PT WKS pukul 13.45 Wib. 

" Massa SMB mendatangi pos pengamanan milik PT. WKS di Distrik VIII Pos 801 dan langsung melakukan tindakan anarkis memecahkan kaca jendela dan membakar Base camp yang terbuat dari papan yang berada di belakang pos jaga serta merusak pintu portal di depan Pos," ungkap Cahyono kepada Jambione.com, Kamis (21/06/2018) malam. 

Dijelaskan Cahyono, aksi masa SMB tersebut merupakan kelanjutan aksi sebelumnya yang dilakukan pada hari rabu tanggal 20 Juni 2018 di Simpang Robet. 

" Massa kemudian merusak tenda Security dan mengusir petugas pemantauan lapangan PT. WKS di Pos terpadu yang berada di dekat Distrik VIII," tutur Cahyono. 

Aksi masa tersebut terjadi di duga karena adanya kegiatan pendataan terhadap masa kelompok SMB yang masuk kembali ke lokasi pendudukan lahan pasca lebaran. 

" Pendataan oleh pihak perusahaan PT WKS yang di dampingi oleh pihak Security dan personil PAM dari Brimobda Polda Jambi," terangnya. 

Dalam pendataan itu, pihak security dan didampinngi oleh personil PAM Brimobda Polda Jambi juga melarang kepada masa kelompok SMB masuk membawa parang / sajam dan membawa minyak bensin karena di anggap dapat membahayakan.

" Hal tersebut memicu ketidaksenangan kelompok SMB sehinga melakukan tindakan anarkis," bebernya. 

Akibat tindakan anarkis dari kelompok SMB mengakibatkan, kata Cahyono, 2 (Dua) orang karyawan PT WKS mengalami luka ringan dan berencana akan melaporkan ke Polres Batanghari guna proses lebih lanjut.

" Untuk saat ini situasi di lokasi masih dalam keadaan aman dan kondusif," pungkas Cahyono. (***)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA